Jumat, 22 November 2019

KELAINAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GIGI

Hasil gambar untuk KELAINAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GIGI

KELAINAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GIGI 

 Gigi mulai berkembang sejak usia 4 bulan dalam kandungan. Pada umumnya, kelainan tersebut disebabkan oleh faktor herediter (keturunan), gangguan perkembangan dan gangguan metabolik. Pada prinsipnya, kelainan-kelainan tersebut tidak perlu diterapi, kecuali ada keluhan gangguan fungsi atau gangguan estetik.

A. Pertumbuhan dan perkembangan gigi melalui beberapa tahap, yaitu :
     • Tahap inisiasi
     • Proliferasi
     • Histodiferensiasi
     • Morfodiferensiasi
     • Aposisi
     • Kalsifikasi
     • Erupsi

B. Macam-macam kelainan dan pertumbuhan gigi yaitu: 
1. Kelainan struktur jaringan gigi 
a. Gangguan Pada Email
  •  Amelogenesis imperfect
Definisi     : kelainan formasi dari enamel atau pada permukaan luar gigi karena terjadi hipokalsifikasi, hipoplasia, atau hipomaturasi yang menyeluruh. 
Perawatan : pembuatan mahkota penuh atau melapisi dengan resin komposit. 
  • Dentinogenesis Imperfec
Definisi    : suatu kelainan genetik yang mempengaruhi struktur-struktur gigi akibat terjadi gangguan pada tahap histodiferensiasi pertumbuhan dan perkembangan gigi
Perawatan : restorasi komposit, pembuatan mahota, atau pembuatan overdenture pada gigidengan atrisi luas.

2. Kelainan bentuk gigi
a. Geminasi
Definisi     :  gigi dengan dua mahkota yang berasal dari satu organ email, namun saluran akarnya hanya satu. Kedua mahkota tersebut dipisahkan oleh celah.
Perawatan :  memperdalam groove longitudinal, supaya terlihat sebagai 2 gigi yang terpisah, dengan konsekuensi terlihat sebagai supernumerary teeth.

 b. Fusi
Definisi     : penyatuan dua benih gigi, sehingga terbentuk gigi yang besar.
Perawatan : Pemisahan dengan bur diamond Untuk membedakan geminasi dengan fusi, dengan menghitung jumlah gigi. bila jumlah gigi tidak kurang dari jumlah normal, maka kelainan tersebut adalah geminasi. Yang paling akurat dengan melakukan pemeriksaan radiografik untuk melihat kondisi ruang pulpa, bentuk akar dan saluran akar. 

c. Dens Envaginatus
Definisi   : Suatu anomali yang menunjukkan adanya protuberantia yang menyerupai tuberkel  pada gigi premolar. Secara klinik tampak sebagai cusp tambahan (accessory cusp).
Perawatan : dapat dilakukan pengikisan accessory cusp

d. Hutchison’s Teeth
Definisi     : Suatu anomali gigi yang berbentuk obeng (tampak adanya cekungan pada tepi insisal).
Perawatan : Dilakukan pengikisan pada insisal atau pembuatan mahkota jaket

e. Mutiara email/ Enamel pearls
Menunjukkan adanya deposit jaringan email yang ektopik pada daerah akar gigi, yaitu pada daerah bifurkasi atau trifurkasi gigi molar terutama molar atas, dan biasa juga ditemukan pada gigi berakar tunggal seperti premolar.
Perawatan : menghilangkan mutiara enamelnya dengan pengikisan bur

3. Kelainan ukuran gigi
a. Makrodonsia
Definisi     : Suatu keadaan yang menunjukkan ukuran gigi lebih kecil dari normal. Sering dijumpai pada gigi I2 atas atau gigi M3 Kadang menimbulkan diastem.
Perawatan : Tumpatan dengan resin komposit atau pembuatan mahkota jaket

b. Mikrodonsia
Definisi     : Suatu keadaan yang menunjukkan ukuran gigi lebih kecil dari normal.Sering dijumpai pada gigi I2 atas atau gigi M3 Kadang menimbulkan diastem.
Perawatan : Tumpatan dengan resin komposit atau pembuatan mahkota jaket

4. Kelainan erupsi gigi 
a. Natal Teeth
Definisi : gigi yang telah ada ketika bayi baru dilahirkan
Perawatan : Jika mengganggu, dapat dicabut setelah bayi berusia 10 hari.

b. Persitensi
Definisi     : Gigi permanen sudah muncul sedangkan gigi sulung belum goyang.
Perawatan : Pencabutan

c. Prematur Loss
Definisi     : Gigi permanen belum muncul sedangkan gigi sulung sudah tanggal
Perawatan : Pembuatan protesa gigi yang berfungsi sebagai space maintener

5. Kelainan jumlah gigi
a. Anodonsia
Definisi     : Benih gigi tidak ada sama sekali dalam rongga mulut Menimbulkan dampak psikologis pada pasien, gangguan estetik, mastikasi dan fonetik.
Perawatan : Pembuatan full protesa gigi

b. Hipodonsia
Definisi    : keadaan dimana tidak adanya benih gigi satu atau beberapa elemen. Menimbulkan masalah estetis dan menyebabkan diastem.
Perawatan : Pembuatan protesa gigi

c. Supernumerary teeth
Jumlah gigi melebihi jumlah normal gigi yang seharusnya. Gigi ini bisa erupsi bisa juga tidak erupsi. Akibat yang ditimbulkan : malposisi, crowded, gigi tetangga impaksi, rotasi, diastema, resorpsi akar, pembentukan kista, dan masalah estetik pada umumnya.
Perawatan : Pencabutan biasa atau dengan pembedahan
• Mesiodens Gigi yang tumbuh diantara gigi insisivus sentralis atas.
• Laterodens Gigi yang berada di daerah interproximal atau fasial dari gigi selain gigi insisivus sentralis
• Paramolar Gigi yang berada di daerah interproximal atau bukal/lingual dari gigi premolar atau molar
• Distomolar Gigi yang terletak di bagian distal gigi Molar ketiga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar